Siapakah yang Utama? Karya Siapa yang Merajalela?
Berbicara dunia kepenulisan atau kepengarangan saya menilai cukup banyak pengarang-pengarang di Indonesia yang sangat kompeten dan menghasilkan karya-karya yang mendunia. Namun jika harus memilih di antara sejumlah pengarang yang ada saya memilih Pramoedya Ananta Toer sebagai yang paling utama. Pengarang yang dikenal berbakat dan berani ini adalah salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia, bahkan tetap produktif menulis ketika dirinya berada di dalam penjara. Pramoedya Ananta Toer merupakan pengarang yang memiliki wawasan luas, dia begitu mahir dalam memainkan cerita, konflik cerita yang ada dalam karyanya begitu kompleks dan jalan ceritanya pasti saling berkaitan antara satu dengan lainya. Itulah yang menjadikan saya menyebut Pramoedya Ananta Toer sebagai pengarang yang paling utama di Indonesia. Pengarang utama selanjutnya setelah Pramoedya Ananta Toer ada nama Andrea Hirata. Semua pasti tahu penulis yang satu ini, Andrea Hirata merupakan pengarang novel Laskar Pelangi, salah satu novel yang pernah fenomenal pada masanya. Tulisan-tulisan Andrea selalu mampu memberikan semangat bagi pembaca untuk menjadi lebih baik. Minimal pembaca mendapatkan pencerahan dan semangat ketika membaca karya-karyanya. Gaya bahasa yang dipakainya begitu apik, jadi selain mengandung nilai-nilai pencerahan dia mampu mengemas karyanya dengan baik supaya tidak membosankan bagi para pembaca.
Pengarang utama berikutnya setelah dua nama di atas ada Tere Liye, nama aslinya Darwis. Dia terkenal dengan kalimatnya yang sederhana namun sarat akan makna. Meski dikenal dengan kalimatnya yang galau dan melow, tetapi pria 41 tahun ini telah sukses menciptakan banyak karya yang hampir semuanya best seller. Tere Liye merupakan sosok yang konsisten. Siapa menyangka jika dia ternyata sudah mulai menulis sejak 2005 yang lalu. Setidaknya proses itu dapat memotivasi banyak orang bahwa menjadi penulis terkenal itu tidak instans. Tak salah jika Tere Liye termasuk sebagai salah satu pengarang utama di Indonesia. Selanjutnya, ada nama Ayu Utami, wanita yang satu ini selain pengarang juga seorang jurnalis. Ayu Utami dikenal sebagai pengarang yang berani dan sangat lihai dalam hal membangun emosi pembaca dalam karya-karya tulisnya. Tidak hanya itu, dia juga memiliki karakter penulisan yang khas, berbeda dengan pengarang pada umumnya. Karya bukunya juga telah mendapatkan berbagai penghargaan/award. Ayu Utami Memang layak dijadikan sebagai nama keempat dalam jajaran pengarang utama di Indonesia.
Di urutan selanjutnya, ada nama Dewi Lestari sebagai pengarang utama yang kelima. Dewi Lestari menjadi salah satu pengarang atau penulis yang sangat populer di kalangan pemuda. Karya-karyanya memang banyak menginspirasi anak muda. Salah satu karyanya tidak hanya sukses di Indonesia saja, namun juga di pasar Internasional. Dewi Lestari selalu berhasil merevolusi pikiran pembaca dengan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang sangat menarik. Bukanlah perkara yang mudah melahirkan fiksi ilmiah, tetapi dia berhasil mewujudkannya dan membuat pembaca semakin cerdas. Pengarang utama berikutnya ada nama Ahmad Tohari, pria 72 tahun ini merupakan seorang sastrawan/pengarang dan budayawan. Dalam karier kepengarangannya dia telah menghasilkan beberapa karya seperti novel dan kumpulan cerpen. Ahmad Tohari sangat mahir dalam hal membuat deskripsi terhadap sesuatu dalam ceritanya. Dia mampu mendeskripsikan suatu yang kecil atau sempit menjadi seolah sangat luas. Dengan kemahirannya itu membuat dia sangat layak disebut sebagai salah satu pengarang utama di Indonesia.
Nama berikutnya yang layak masuk dalam jajaran pengarang utama di Indonesia yaitu Eka Kurniawan. Eka Kurniawan merupakan lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebelum menjadi seorang pengarang. Eka Kurniawan memang dikenal sebagai pengarang yang berwawasan luas dan punya bakat hebat. Eka sempat digadang-gadang sebagai penerus Pramoedya Ananta Toer, sastrawan fenomenal Indonesia. Dia dikenal sebagai orang yang memiliki gaya cerita berani dan independen sehingga karyanya terkesan berbeda. Selanjutnya, ada nama Asma Nadia, pengarang wanita ini dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena. Kepiawaiannya merangkai kata menjadi untaian kalimat yang bermakna mampu menarik perhatian banyak orang, karya-karya yang fenomenal selalu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat. Keuletannya untuk terus mengasah kemampuan menulis menjadikan dia sukses menjadi salah satu pengarang terkenal dengan deretan karya yang berkualitas.
Selain nama-nama di atas ada nama pengarang yang tak kalah hebat, dia adalah Fiersa Besari. Fiersa adalah salah satu pengarang masa kini yang sangat populer terutama di kalangan pemuda. Karya-karyanya seperti Garis Waktu, Konspirasi Alam Semesta dan Catatan Juang sangat laku di pasaran. Dalam karyanya dia seringkali menyiratkan pesan sosial atau kritik-kritik sosial terkait dengan kondisi di sekitarnya. Tulisan-tulisan Fiersa Besari selalu mampu menghipnotis pembaca, dengan diksi-diksi yang puitis, memukau, tepat, dan mengena bila dicerna. Sangat sesuai dengan jiwa kaum muda yang memerlukan asupan tenaga dan semangat untuk mengisi hari. Meski termasuk pendatang baru, menurut saya Fiersa Besari pantas disebut sebagai salah satu pengarang utama di Indonesia. Di urutan terakhir ada nama Raditya Dika. Raditya juga merupakan pengarang novel masa kini yang wajahnya sering muncul di televisi sebagai komedian, sudah pasti itu membuat namanya semakin populer. Selalu ada keunikan dan kesan absurd dalam setiap tulisan-tulisan Raditya Dika, hal itu merupakan daya tarik tersendiri. Itulah jajaran sepuluh pengarang utama di Indonesia versi saya.
Kali ini kita akan berbicara mengenai karya, dengan banyaknya pengarang- pengarang yang berkompeten di Indonesia pasti memunculkan karya-karya yang berkualitas pula. Dari sekian banyaknya karya yang ada, menurut saya novel Bumi Manusia adalah karya yang paling utama di Indonesia. Novel ini merupakan novel pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, ditulis ketika Pram masih mendekam di Pulau Buru. Secara garis besar novel Bumi Manusia ini menyampaikan pesan kemanusiaan. Novel ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan manusia di jaman kolonialisme. Alur ceritanya begitu kompleks dan menarik untuk diikuti, berbagai permasalahan dituliskan dengan gamblang hampir tanpa celah. Karakter tokoh juga digambarkan secara jelas, dengan diksi yang luas. Novel ini penuh dengan wawasan dan pesan-pesan kehidupan, mulai dari perjuangan akan keadilan, kehormatan, cinta, sampai hak asasi. Novel ini memang sangat pantas disebut sebagai karya paling utama di Indonesia. Karya utama selanjutnya setelah novel Bumi Manusia yaitu novel Laskar Pelangi yang merupakan novel pertama dari tetralogi karya Andrea Hirata. Novel ini sukses meraup keuntungan dan popularitas melalui film layar lebar, bahkan sukses membawa nama harum sastra Indonesia di luar negeri. Cara penyampaian cerita dalam novel ini begitu khas, dan banyak sekali karakter yang bisa dijadikan teladan, memberikan pelajaran moral, serta menunjukkan makna sebuah kehidupan.
Karya utama berikutnya setelah dua karya di atas adalah novel Anak Semua Bangsa. Novel ini merupakan novel kedua dari seri Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, karya-karya Pram memang tidak pernah mengecewakan. Sedikit berbeda dengan novel Bumi Manusia, novel Anak Semua Bangsa ini membongkar kehidupan kalangan bawah Hindia Belanda yang haknya dirampas. Novel ini mengagumkan, gaya penulisan bahasa yang begitu dalam, serta mengandung pesan moral yang penting untuk kehidupan, bahwa hidup tidak boleh statis, harus terus berkembang dan berkembang. Karya selanjutnya yaitu novel Ronggeng Dukuh Paruk yang merupakan karya Ahmad Tohari. Novel ini sukses membawa nama harum sastra Indonesia di mata dunia dengan meraih penghargaan dalam ajang Southest Asian Writer Award 1995, dan telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa. Ronggeng Dukuh Paruk mengisahkan tentang kehidupan penari ronggeng Jawa di Dukuh Paruk, berlatar di sebuah desa miskin dan kelaparan yang dirundung kebodohan. Novel ini memuat nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan pada perempuan, dimana pada saat itu diperbudak oleh lelaki untuk memenuhi hawa nafsu dan selalu dikekang dalam memilih kehidupannya sendiri. Dalam karyanya yang satu ini Ahmad Tohari menceritakan segala sesuatu mengenai lingkungan sosial budaya yang dijelaskan dengan sangat mendetail, sesuatu yang kecil atau sempit dideskripsikan seolah sangat luas. Novel ini Memang layak dijadikan sebagai karya keempat dalam jajaran karya utama di Indonesia.
Karya selanjutnya yaitu novel Sang Pemimpi yang merupakan novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini bercerita tentang persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapan. Nilai moral yang ada di dalamnya begitu kental, sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja dalam menyikapi kerasnya kehidupan. Gaya kepenulisan novel ini sangat sempurna, mulai dari kekayaan bahasa hingga alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita dan merasakan tiap latar yang terdeskripsi secara detail. Terlihat kecerdasan penulis dalam memainkan imajinasi berpikir yang dituangkan dengan bahasa-bahasa intelektual yang berkelas. Karya berikutnya yaitu novel Negeri 5 Menara yang merupakan karya Ahmad Fuadi. Berkisah tentang perjalanan hidup seorang santri dalam menemukan arti sebuah kesuksesan. Keberagaman genre dalam novel ini sangat menarik minat para pembaca, dengan cerita unik yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Novel ini sukses dalam penjualan buku dan juga menarik sineas film untuk mengangkatnya ke layar lebar. Karya perdana Ahmad Faudi ini dapat mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pesantren yang sebenarnya tidak hanya berfokus pada ilmu agama saja namun juga ilmu pengetahuan umum. Berbagai penghargaan telah berhasil diraih di antaranya penghargaan Longlist Khatulistiwa Literary Award 2010, Anugerah Pembaca Indonesia 2010, dan Buku Fiksi Terbaik Perpustakaan Nasional Indonesia 2010.
Karya berikutnya yang layak masuk dalam jajaran karya utama di Indonesia yaitu novel Saman karya Ayu Utami. Novel ini dikatakan sebagai novel yang berani pada zamannya, melihat latar terbitnya di tahun 1998, tentunya bisa terlihat bahwa Saman dilatarbelakangi masa rezim orde baru di tahun 80an sampai tahun 90an yang terkenal dengan pemerintahan yang otoriter. Saman memuat cerita tentang suatu hubungan persahabatan antara perempuan yang kemudian memunculkan tema seksualitas dari perspektif perempuan yang masih tabu pada masanya, sehingga menimbulkan kontroversi. Novel ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Prince Clause Award. Karya selanjutnya yaitu novel Ayat-Ayat karya Habiburrahman El Shirazy, berkisah tentang percintaan yang berlatarkan nuansa islami. Novel ini tidak hanya sekadar dibaca sebagai cerita picisan atau romantisme biasa, melainkan membaur pengetahuan atas hidup dan berkehidupan secara indah. Ketepatan dalam mengolah kata-kata sangat tepat, membuat cerita dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Novel Ayat-Ayat Cinta berhasil meraih berbagai penghargaan baik di Indonesia maupun di mancanegara. Ditambah lagi, cerita novel ini telah disadur ke dalam film dengan judul yang sama pada tahun 2008. Bahkan hingga kini, film tersebut tetap diminati oleh para pecinta film.
Karya yang tak kalah hebat dari karya-karya di atas ada novel 5 cm. Novel karya Donny Dhirgantoro ini bisa dibilang sukses besar, buktinya novel ini telah laku jutaan kopi dan telah dicetak ulang berkali-kali. Di dalamnya memuat cerita tentang persahabatan, mimpi, dan cita-cita. Mengajarkan untuk berani bermimpi, percaya dengan diri sendiri, dan pantang menyerah. Dalam novel ini redaksi jenaka sering dilontarkan para tokoh-tokohnya. Uniknya, meskipun kocak, tapi apa yang mereka ucapkan ada benarnya, realistis dan inspiratif. Karya utama di Indonesia yang terakhir yaitu novel Konspirasi Alam Semesta karya pengarang masa kini Fiersa Besari. Novel ini menceritakan kisah dua pemuda yang dari ketidaksengajaan berujung jatuh cinta. Konspirasi Alam Semesta sebenarnya merupakan album, jadi novel ini mempunyai pelengkap sebuah lagu. Album yang terdiri dari beberapa lagu liriknya bisa ditemukan dalam novel ini. Membacanya sambil mendengarkan lagu yang senapas, seperti memberi pengalaman tersendiri bagi batin pembaca, terutama para pemuda. Bukan melulu soal cinta, namun cerita dalam novel ini juga diselipi kisah-kisah inspiratif sebagai pembangkit semangat nasionalisme dan cinta lingkungan. Cerita di dalamnya sangat sistematis dan faktual dengan data-data yang ada di dunia nyata. Itulah deretan pengarang dan karya-karya utama yang ada di Indonesia versi saya. Namun perlu dicatat, banyak juga pengarang dan karya-karya lain di Indonesia yang tak kalah hebat serta berkualitas. Semoga dunia sastra Indonesia terus memunculkan pengarang yang berkompeten dan karya-karya hebat yang membawa nama harum sastra Indonesia di mata dunia.


Komentar
Posting Komentar