Kritik Sosial Melalui Produk Karya Sastra: Okky Madasari

Okky Puspa Madasari, atau lebih dikenal sebagai Okky Madasari, merupakan seorang sastrawan perempuan Indonesia yang suskes dengan berbagai karya gemilangnya. Okky dikenal oleh publik sebagai sastrawan yang setia menghadirkan kritik sosial dengan menonjolkan isu-isu sosial seperti ketidakadilan, diskriminasi, dan terutama masalah hak asasi di dalam karya-karyanya (Madasari, 2019). Okky juga dikenal aktif memproduksi karyanya di bidang sastra anak. Sebelum mengenal lebih jauh terhadap karya-karya dari Okky dan prestasinya, tentu kita harus mengenal latar belakangnya dan proses yang ia lewati hingga menjadi seorang sastrawan berprestasi dan produktif.

Okky Puspa Madasari lahir di Magetan, Jawa Timur pada 30 Oktober 1984 dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan seorang pegawai negeri sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang aktif berkegiatan organisasi sosial di lingkungannya. Kedua orang tuanya memiliki riwayat pendidikan sampai S-1 sehingga sadar akan pentingnya pendidikan dan membaca. 

Okky menghabiskan masa kecil dan remajanya di Magetan dengan riwayat pendidikannya adalah lulusan dari SMP 1 Magetan dan SMA 1 Magetan. Setelah lulus dari jenjang sekolah menengah, Okky melanjutkan pendidikannya di kampus Universitas Gadjah Mada jurusan Hubungan Internasional. Di tahun seniornya sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Okky bekerja menjadi seorang jurnalis di stasiun televisi milik pemerintah. 

Pada tahun 2006, Okky pindah ke Jakarta dan melanjutkan kariernya sebagai seorang jurnalis di Jakarta. Ketika menjadi seorang jurnalis, Okky merupakan seorang wartawan hukum dan banyak meliput mengenai kasus korupsi serta hal-hal yang berkaitan dengan lembaga yang menanganinya, yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Baru di tahun 2009, akhirnya ia memutuskan untuk fokus menjadi novelis. Di samping itu, Okky masih melanjutkan pendidikannya dengan mengambil S-2 di Universitas Indonesia jurusan Sosiologi dan lulus tahun 2014. Setelah lulus S-2, Okky melanjutkan pendidikannya di National University of Singapore (NUS) mengambil Malay Studies Department.

Okky Madasari sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia kepenulisan dan jurnalistik sejak kecil karena hobinya yang sedari dulu adalah membaca. Di masa kecilnya, Okky banyak membaca Koran Jawa Pos dan berbagai jenis majalah. Berangkat dari sumber bahan bacaan tersebut timbul minat menulis dan keinginan menjadi jurnalis di diri Okky. Kemudian ketika memasuki masa remaja, Okky bisa menyalurkan minatnya dengan diangkatnya ia sebagai ketua majalah sekolah semasa SMA-nya. 

Penulis yang menginspirasi Okky adalah sastrawan senior yang melegenda, Pramoedya Ananta Toer. Belajar dari karya-karya Pramoedya, Okky merasa bahwa karya sastra seharusnya didedikasikan untuk memperjuangkan keadilan dalam masyarakat (Affan, 2015). Pramoedya juga mengajari Okky mengenai makna konsistensi dan daya tahan dalam menulis.

Inspirasi Okky untuk menulis datang dari cerita-cerita keluarganya yang akhirnya melahirkan karya sastra pertamanya berjudul Entrok (2010). Novel Entrok secara garis besar merupakan sebuah epos tentang kehidupan di masa Orde Baru yang serba totaliter dan militerisme. Novel pertamanya itu telah diterjemahkan dan diterbitkan kembali ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Years of the Voiceless (2013). 

Tiga karya selanjutnya dari Okky Madasari adalah 86 (2011) yang bercerita mengenai korupsi di Indonesia, Maryam (2012) bercerita mengenai kaum minoritas dalam Islam yang menganut paham berbeda, dan Pasung Jiwa (2013) bercerita tentang transgender dalam masyarakat yang meluncur menuju fundamentalisme. Novel 86  telah diterjemahkan dan diterbitkan kembali ke dalam bahasa Inggris dengan judul yang sama, sedangkan novel Pasung Jiwa diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman, dan bahasa Arab. Karya terkini dari Okky adalah novel berjudul Kerumunan Terakhir (2016) yang bercerita mengenai pengaruh media sosial terhadap pemuda-pemudi Indonesia. Selain itu, ada juga buku kumpulan cerita pendek berjudul Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2017).

Tidak berhenti sampai di situ, Okky Madasari juga menulis karya-karya sastra anak. Alasan Okky terjun ke dunia sastra anak karena ia merasa anaknya tumbuh tidak merasakan bacaan buku anak yang bagus sehingga Okky berkomitmen kepada dirinya untuk membuat sebuah buku untuk anak yang berkualitas (Madasari, 2019). Komitmen Okky tersebut dibuktikan dengan terbitnya Mata di Tanah Melus (2018), Mata dan Rahasia Pulau Gapi (2018), Mata dan Manusia Laut (2019), dan untuk buku keempatnya yang sekarang sedang ia tulis berjudul Mata di Dunia Purba. 

Dalam buku-buku tersebut, Okky memadukan budaya Indonesia dan sastra untuk dinikmati anak-anak di Indonesia. Kekayaan Indonesia juga diperkenalkan di buku tersebut agar anak selain membaca untuk hiburan juga dari membaca buku tersebut dapat lebih mengetahui kekayaan dan keragaman Indonesia.

Okky Madasari merupakan penulis termuda yang pernah mendapatkan penghargaan “Kusala Sastra Khatulistiwa”. Okky memperoleh penghargaan tersebut di usianya yang ke-28 dengan novel ketiganya berjudul Maryam. Selain mendapatkan penghargaan “Kusala Sastra Khatulistiwa”, pada tahun 2017 Okky juga mendapatkan “Honorary Fellow in Writing” serta dinobatkan sebagai salah satu “Kartini Masa Kini” oleh Detik yang merupakan portal berita terbesar di Indonesia. Penobatan “Kartini Masa Kini” artinya Okky Madasari merupakan salah satu perempuan Indonesia yang secara signifikan memberikan inspirasi kepada generasinya.


Daftar Pustaka

Affan, H. (2015, April 6). Okky Madasari dan sastra penggugah kesadaran. Dipetik November 21, 2021, dari BBC News Indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/04/150406_bincang_okkymadasari_senibudaya

Hadiyanti, N. (2018, November 19). Okky Madasari Rilis Seri Kedua Petualangan Mata. Dipetik April 10, 2023, dari Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/blog/okky-madasari-rilis-buku-anak-seri-kedua-mata-dan-rahasia-pulau-gapi/

Madasari, O. (2019, Oktober 8). BIOGRAPHY. Dipetik November 21, 2021, dari Okkymadasari.net: https://okkymadasari.net/read/biography


Komentar

Postingan Populer