Sejarah Sebagai Sumber Inspirasi: Faisal Oddang
Dunia sastra Indonesia telah diterpa angin sejuk dengan
kehadiran karya-karya salah satu sastrawan muda Indonesia, yaitu Faisal Oddang.
Oddang dengan cerpennya yang berjudul Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon dinilai berhasil menyusun sebuah karya
sastra yang khas dan kaya akan ungkapan orisinal bahasa Indonesia
Novelis kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan pada 18 September 1994
tersebut sedari kecil sudah memiliki hobi membaca. Hobi membacanya tumbuh
akibat sepupunya yang berprofesi sebagai pustakawan sekolah kerap meminjami
Oddang dengan berbagai buku sastra seperti buku terbitan Balai Pustaka; Sitti
Nurbaya karya Marah Rusli dan Kasih Tak Sampai
karya Tulis Sutan Sati. Menurut Oddang, hobi membacanya juga bisa muncul karena
dulu di kampungnya tidak ada alternatif hiburan lain serta lampu yang cepat
padam membuat membaca buku menjadi satu-satunya opsi hiburan bagi Oddang di
masa kecil. Kebiasaan ayahnya yang senang mengajak Oddang untuk mendengarkan
sandiwara di radio seperti Saur Sepuh dan
Tutur Tinular juga ikut turut andil menumbuhkan hobi
membaca dan minat menulisnya.
Akhirnya di tahun
2012 cerpen Oddang untuk pertama kalinya dimuat di koran lokal Harian Fajar.
Cerpennya tersebut bercerita mengenai cinta remaja dan dimuat beberapa hari
sebelum Hari Valentine. Setelah cerpennya berhasil dimuat di media, dunia
kepenulisan menjadi lebih menarik untuk Oddang saat remaja. Minatnya untuk
menulis semakin besar dan akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan
di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin, Makassar. Di balik
keputusannya untuk menekuni dunia kepenulisan tersebut, Oddang rela merantau
jauh dari kampung halamannya dan merupakan pengalaman pertama Oddang pergi jauh
dari keluarganya. Pengorbanan tersebut berbuah manis dengan lingkungan baru
Oddang di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin membuatnya makin
banyak membaca buku sastra dan menjaga semangat menulisnya untuk terus
berkarya.
Lingkungan yang mendukung, minat menulisnya
yang semakin besar, serta bahan bacaan Oddang yang semakin variatif akhirnya
menghasilkan prestasi dengan didapatnya penghargaan Cerpen Terbaik Kompas tahun
2014 dengan judul cerpennya Di Tubuh
Tarra, dalam Rahim Pohon. Tidak
berhenti sampai di situ, pada tahun yang sama, Oddang juga memperoleh
penghargaan ASEAN Young Writers Award 2014 dari Pemerintah Thailand. Novelnya
yang berjudul Puya ke Puya (2015) menjadi pemenang ke-4 dalam
Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014 serta terpilih sebagai novel
terbaik oleh majalah Tempo pada 2015. Tahun 2015 Oddang juga menerima
penghargaan sebagai Tokoh Seni Tempo 2015 di bidang prosa. Berikut sederet
prestasi yang Oddang dapatkan sebagai seorang penulis.
o Cerpen Terbaik Kompas 2014;
o Cerpen Terbaik Kompas 2018;
o Pemenang IV Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014;
o “ASEAN Young Writers Award” 2014;
o Tokoh Seni Tempo 2015;
o “Robert Bosch Stiftung and Literarisches Colloquium Berlin” 2018;
o “Iowa International Writing Program” 2018;
o Finalis “Kusala Sastra Khatulistiwa” 2018
Karya-karya Faisal Oddang
terkenal berkaitan dengan kisah sejarah serta tentang Sulawesi Selatan. Alasan
keterkaitan tersebut muncul karena Oddang menganggap tulisannya merupakan hasil
respons Oddang terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya atau cerita-cerita
yang secara kolektif terkumpul di pikiran Oddang
o Rain &
Tears (Novel, 2014);
o Di Tubuh
Tarra, dalam Rahim Pohon (Cerpen Terbaik Kompas 2014);
o Puya ke
Puya (Novel, 2015);
o Pertanyaan
kepada Kenangan (Novel, 2016);
o Manurung (Puisi, 2017);
o Perkabungan
untuk Cinta (Kumpulan Puisi, 2017);
o Tiba Sebelum Berangkat (Novel, 2018);
o Sawerigading Datang dari Laut (Kumpulan Cerpen, 2019)
Daftar Pustaka
Messwati, E. D. (2019, Juli 5). Faisal Oddang dan Kisah Tragedi Manusia. Dipetik November 21, 2021, dari Kompas.id: https://www.kompas.id/baca/sosok/2019/07/05/faisal-oddang-dan-kisah-tragedi-manusia?status=sukses_login&status_login=login
MLR. (2020, Maret 17). FAISAL ODDANG: MENULIS IALAH USAHA MERESPONS PERISTIWA-PERISTIWA. Dipetik November 21, 2021, dari Crafters: https://crafters.getcraft.com/id-articles/faisal-oddang-menulis-ialah-usaha-merespons-peristiwa-peristiwa


Komentar
Posting Komentar