Sampah Rumah Tangga
Sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di mana sampah tersebut tidak tergolong ke dalam tinja dan jenis sampah spesifik. Jenis sampah tersebut jarang dibahas oleh media, tetapi justru merupakan jenis sampah yang berkontribusi paling banyak terhadap fenomena penumpukan sampah di Indonesia. Terlebih di masa pandemi covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, di mana masyarakat dihimbau untuk selalu berada di rumah. Dengan adanya himbauan tersebut, jumlah sampah rumah tangga tentu akan mengalami kenaikan akibat masyarakat yang melakukan seluruh aktivitasnya di dalam rumah. Edukasi terhadap masyarakat Indonesia mengenai pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga pun perlu segera dilakukan agar meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya sampah rumah tangga yang tidak diolah dan dikelola. Selain dari masyarakat, pemerintah Indonesia juga perlu menyadari bahaya dari sampah rumah tangga dan melakukan kerja sama dengan masyarakat mengenai pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga sehingga dari kerja sama tersebut dapat terwujudnya pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga dengan baik di Indonesia.
Indonesia merupakan negara ke-2 sebagai penghasil sampah terbanyak di dunia setelah Tiongkok. Kemudian, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyampaikan bahwa produksi sampah Indonesia telah mencapai 175.000 ton per hari. Rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7 kg per hari. Jika dikalkulasi dalam skala tahunan, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64 juta ton. Lebih lanjut, KLHK juga menyampaikan bahwa sumber sampah yang paling dominan berasal dari rumah tangga (sebanyak 48 persen), 24 persen sampah berasal dari pasar tradisional, dan 9 persen berasal dari kawasan komersial lalu sisanya berasal dari fasilitas publik, sekolah, kantor dan sebagainya. Untuk pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga sendiri masih tergolong rendah di Indonesia. Merujuk pada data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), hanya 1,2 persen rumah tangga yang mendaur ulang sampahnya. Sekitar 66,8 persen rumah tangga masih menangani sampah dengan cara dibakar. Padahal membakar sampah bukannya menyelesaikan masalah sampah rumah tangga justru dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar dan mengganggu kesehatan. Maka dari itu, urgensi untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga serta meningkatkan kesadaran para masyarakat mengenai pengolahan dan pengelolaannya sangatlah penting. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memakai produk yang bersifat bisa didaur ulang dan jangan memakai produk yang sekali pakai.
Sampah rumah tangga yang berbahaya adalah sampah rumah tangga yang tidak diolah dan dikelola dengan baik. Meskipun di tengah pandemi seperti sekarang, di mana aktivitas diharuskan dilakukan di rumah, tetapi masyarakat Indonesia harus memiliki kesadaran mengenai pentingnya mengolah dan mengelola sampah rumah tangga masing-masing. Pemerintah juga bisa membantu mengedukasi masyarakat Indonesia dengan memberikan penyuluhan serta sosialisasi lewat media mengenai kewaspadaan polusi yang diakibatkan oleh sampah rumah tangga. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dapat sedikit demi sedikit mewujudkan Indonesia sebagai negara yang memiliki sistem pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga terbaik di dunia.


Komentar
Posting Komentar