Membangun Chemistry Fantasi Dengan Ide Tulisan: Dee Lestari

Terlahir dari seorang ayah yang berlatar belakang TNI, Dewi Lestari atau akrab disapa Dee Lestari mempunyai perjalanan karier dalam dunia kepenulisan yang begitu memukau. Dee lestari atau Dewi Lestari Simangunsong lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Putri keempat dari lima bersaudara yang lahir dari pasangan Yohan Simangunsong dan Turlan br Siagian (alm), sudah mengakrabi dunia kepenulisan sejak awal tahun 2011. Sebelum dikenal sebagai novelis, ia dulunya dikenal masyarakat luas sebagai seorang penyanyi dari grup musik RSD (Rida, Sita, Dewi), (Merdeka, 2015). Sebelumnya pun, Dee pernah menjadi backing vokal untuk Iwa K, Java Jive, dan Chrisye.

Grup musiknya, “Trio RSD” merilis album perdananya pada tahun 1995 dengan judul Antara Kita yang disusul dengan album Bertiga pada tahun 1997. Kariernya bersama Rida dan Sita kemudian bermuara pada penandatanganan kontrak dengan Sony Music Indonesia. Di bawah kontrak ini, mereka merilis album berjudul Satu pada tahun 1999. Dee juga meluncurkan album singlenya pada tahun 2006 dengan judul Out of Shell. Sedangkan di tahun 2008, Dee kembali berduet dengan Arina Mocca, untuk albumnya yang berjudul Rectoverso.

Dee memulai kariernya sebagai novelis pada awal tahun 2001. Karya perdananya adalah Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, seri pertama dari novel Supernova. Novel ini membuat namanya lebih dikenal masyarakat luas di sisi kariernya sebagai seorang penyanyi. Seri pertama ini terbit pada bulan Februari 2001. Menyusul seri keduanya, Akar terbit pada bulan Maret 2002. Kemudian seri ketiganya, Petir terbit pada bulan Januari 2005. Pada tahun 2009, tepatnya bulan Agustus, Dee baru meberbitkan lanjutan serial Supernova yang keempat dengan judul Partikel. Di tahun 2014, serial kelima dengan judul Gelombang menyusulnya. Kemudian seri keenam, terbit pada tahun 2016 dengan judul Inteligensi Embun Pagi.

Selain serial Supernova, Dee juga menerbitkan beberapa novel lainnya seperti; Filosofi Kopi (2006), Rectoverso (2008), Perahu Kertas (2009), Madre (2011), Filosofi Kopi: Sebuah Kolaborasi (2015), Kepingan Supernova (2017), dan Aroma Karsa (2018). Dee menggunakan teknik ekspositori untuk membuat cerita yang ditulisnya lebih hidup. Ia menunjukkan jati diri tokoh melalui cakapan, tingkah laku, pikiran, dan perasaan.

Menjadi seroang penulis yang mumpuni, tentu juga harus melewati proses kreatif terlebih dahulu. Dee memulainya dengan merencanakan dan memetakan ide tulisan (Halidi, Risna dan Aflaha Rizal Bahtiar, 2021). Tidak semua ide akan mengalir begitu saja layaknya anak sungai. Oleh karena itu, mencatat hal-hal penting menjadi rutinitas tersendiri bagi penulis pemula. Membuat kalimat pembuka cerita, terkadang juga menjadi hal yang sangat sulit. Usahakan menyampaikan inti cerita dengan jelas pada kalimat pembuka, sehingga dapat ditangkap pembaca dengan mudah. Saat menulis isi cerita, tampakkan emosi yang sesungguhnya. Hal ini akan membuat tiap cerita memiliki sisi kecenderungan masing-masing. Bingkai cerita tersebut dalam adegan-adegan, sebab sebuah cerita tidak melulu soal kronologi semata. Variasikan kalimat supaya cerita tidak terkesan membosankan di mata pembaca.

Meninjau dari kariernya sebagai seorang penulis, Dee tercatat memiliki beberapa penghargaan yang diraihnya.

o    5 Besar “Khatulistiwa Literary Award 2001” - Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh (Khatulistiwa Literary Award 2001);

o    6 Besar “Khatulistiwa Literary Award 2003” - Supernova 2: Akar (Khatulistiwa Literary Award 2003);

o    Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2006 sebagai karya sastra terbaik -Filosofi Kopi (Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Indonesia);

o    Karya Sastra Terbaik 2006 - Filosofi Kopi (Majalah Tempo);

o 5 Besar “Khatulistiwa Literary Award 2006” - Filosofi Kopi (Khatulistiwa Literary Award 2006);

o Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2012 - Madre (Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Indonesia);

o    Anugerah Pembaca Indonesia 2015 untuk kategori "Buku Fiksi Terfavorit" - Supernova 5: Gelombang (Festival Pembaca Indonesia 2015);

o    IKAPI Awards 2016 untuk kategori "Book of The Year 2016" - Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi (Indonesia International Book Fair 2016);

o    IKAPI Awards 2018 untuk kategori "Book of The Year 2018" - Aroma Karsa (Indonesia International Book Fair 2018)

Tak berhenti sampai di situ, Dee pun juga memperoleh beberapa penghargaan untuk kariernya di dunia tarik suara.

o    Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2006 untuk kategori "Karya Produksi Lagu Berlirik Inggris Terbaik" - Out Of Shell;

o    Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2009 untuk kategori "Artis Solo Wanita Terbaik" - Malaikat Juga Tahu;

o    Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2015 untuk kategori "Penulis Lagu Pop Terbaik" - Seperti Kemarin (bersama Ariel NOAH);

Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2016 untuk kategori "Penulis Lagu Pop Terbaik" - Kali Kedua 

Komentar

Postingan Populer