Kupas Subjektif 10 Penulis dan 10 Hasil Karya Terbaik di Indonesia
Dunia kepenulisan di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya minat literasi masyarakat. Semakin banyak penulis-penulis muda berbakat yang unjuk gigi melalui buah karya mereka. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari sejarah kesusastraan Indonesia yang telah lebih dulu melahirkan pengarang-pengarang hebat yang karyanya masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Para pengarang terdahulu inilah yang nantinya dapat menjadi tonggak yang menginspirasi penulis-penulis muda untuk ikut berkarya.
Melalui tulisan ini, saya akan memaparkan 10 Penulis terbaik Indonesia beserta dengan 10 Karya terbaik menurut pandangan subjektif saya sebagai pembaca. Menduduki peringkat pertama, ada seorang Ahmad Tohari. Ia adalah seorang penulis yang terkenal dengan karya triloginya yaitu Ronggeng Dukuh Paruk. Lahir pada 13 Juni 1948 di Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari merupakan salah satu penulis yang layak masuk dalam jajaran penulis terbaik di Indonesia. Dalam menulis karyanya, Ia selalu dapat memberikan penggambaran yang menyeluruh sehingga mampu mengajak pembaca untuk terjun langsung ke dalam dunia cerita yang ia tulis. Selain itu, beberapa karya beliau juga mengandung wawasan budaya lokal sehingga selain mendapat hiburan dan pesan moral ketika membaca, pembaca Ahmad Tohari juga bisa sekaligus belajar tentang budaya. Selanjutnya adalah Pramoedya Ananta Toer, seorang novelis yang sudah berkarya sejak zaman penjajahan Belanda ini adalah salah satu novelis sastra kebanggaan Indonesia. Satu hal yang membuat saya kagum kepada beliau adalah kegigihannya yang memutuskan untuk tetap menulis meskipun sedang menjadi seorang tahanan. Selain itu, setiap menulis karya sastra, Pramoedya selalu berhasil memberikan penggambaran yang apik dan mendetail pada latar ceritanya, bahkan ia dapat menyesuaikan kondisi sosial dan politik yang terjadi, sehingga seringkali karya beliau dianggap sebagai kritikan. Posisi ketiga adalah Habiburrahman El Shirazy. Kang abik, begitu adik-adiknya akrab memanggil, adalah seorang penulis yang novelnya tidak hanya diminati oleh pembaca dalam negeri, tetapi juga menarik minat pembaca mancanegara. Salah satu novel paling legendaris karyanya berjudul Ayat-ayat Cinta, novel ini begitu laris bahkan sempat difilmkan. Alasan mengapa Kang Abik masuk ke dalam daftar penulis terbaik, karena beliau selalu menyisipkan nilai-nilai sosial dan agama ke dalam novelnya. Selain itu meskipun kebanyakan novelnya bergenre romansa atau percintaan, novelnya tidak pernah berfokus pada bagaimana akhir dari cerita cinta, tetapi selalu disisipkan juga permasalahan lain yang lebih kompleks, sehingga menambah kekayaan alur cerita.
Selanjutnya di posisi keempat adalah Dewi Lestari atau Dee, seorang novelis kelahiran Bandung yang terkenal dengan karyanya yaitu Perahu Kertas. Dee adalah seorang penulis yang memiliki wawasan luas. Tak jarang ia pun menyertakan wawasan tentang ilmu pengetahuan ke dalam novelnya. Selain karena wawasannya yang luas, Dee layak masuk ke dalam nominasi penulis terbaik, karena dalam menulis cerita selalu mampu menghadirkan plot yang sulit ditebak, sehingga membuat para pembacanya tertarik untuk terus membaca. Selanjutnya ada seorang penulis dari Pulau Belitung bernama Andrea Hirata. Andrea Hirata adalah seorang penulis yang kepiawaiannya tidak dapat diragukan lagi. Salah satu karyanya yang populer adalah Laskar Pelangi. Andrea Hirata bisa dibilang sebagai wajah baru dalam dunia kesusastraan Indonesia, plot cerita yang ia kemas dalam novel begitu apik dan menampilkan banyak pesan moral bagi pembacanya. Selain itu, Andrea juga menggunakan latar dan kejadian yang sebenar-benarnya terutama pada novel trilogi Laskar Pelangi, penuturannya yang begitu memperhatikan kondisi sosial yang terjadi pada masanya membuatnya layak masuk ke jajaran penulis terbaik. Posisi keenam ditempati oleh Tere Liye. Penulis yang memiliki nama asli Darwis ini populer karena karya-karyanya yang hampir keseluruhan menjadi best seller. Ciri khas kesederhanaan yang melekat pada Tere Liye ini menjadikan novelnya banyak diminati, karena ia selalu menggunakan bahasa yang konotasinya begitu indah, tetapi masih dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya. Novelnya juga tak luput dari pesan-pesan moral, ajaran agama bahkan ilmu pengetahuan. Beberapa karyanya bahkan sempat difilmkan.
Selanjutnya ada Winna Efendi di posisi ketujuh. Mungkin namanya tidak terlalu populer di kalangan penggiat novel, Winna Efendi adalah seorang penulis novel remaja. Beberapa karyanya seperti Refrain dan Remember when bahkan sudah difilmkan dan dicetak ulang. Winna Efendi adalah seorang penulis yang selalu menggunakan bahasa apa adanya dan menggunakan alur yang unik di setiap cerita novelnya. Kepiawaiannya menghidupkan tokoh cerita yang sesuai dengan penggambaran kehidupan remaja membuatnya layak menjadi salah satu penulis terbaik menurut saya. Menempati posisi ke delapan adalah Esti Kinasih, seorang penulis novel bergenre teenlit remaja ini sudah menghasilkan banyak karya novel best seller yang sampai sekarang masih cetak ulang. Beberapa karyanya tersebut diantaranya, Fairish, Dia Tanpa Aku, dan Jingga dalam elegi. Esti Kinasih yang dulunya bekerja sebagai karyawan bank, beralih profesi dengan mengembangkan hobinya yaitu menulis. Alasan mengapa ia layak menjadi penulis terbaik karena dengan latar belakang dia yang sama sekali bukan di dunia kepenulisan, ia berhasil menerbitkan banyak karya terbaik dan dapat dinikmati semua rentang usia. Selain itu Esti Kinasih juga menghadirkan plot cerita yang anti mainstream sehingga tidak menimbulkan kebosanan bagi pembacanya. Nadhifa Allya Tsana atau yang memiliki nama pena Rintik Sedu menjadi salah satu penulis muda terbaik Indonesia. Perempuan cantik berusia 22 tahun ini mengawali hobi menulisnya di sebuah platform digital bernama wattpad. Karyanya banyak diminati terutama untuk kalangan remaja dan dewasa karena sebagian besar ceritanya seputar percintaan. Penuturan yang lugas dan apa adanya membuat karyanya mempunyai daya tarik tersendiri bagi pembaca. Ia bahkan pernah berkolaborasi menulis dengan salah satu penulis senior yaitu Sapardi Djoko Damono. Tsana layak menjadi salah satu penulis terbaik, ia adalah wajah baru untuk penulis muda yang ingin berkarya di dunia kepenulisan.
Terakhir, sebagai penutup saya memilih Fiersa Besari yang menempati urutan kesepuluh dengan label penulis terbaik di Indonesia. Bung Fiersa, sapaan akrabnya, adalah seorang penulis sekaligus penyanyi. Ia adalah penulis yang cukup unik menurut saya, karena merilis novel yang bertajuk albuk atau album buku dimana dalam novelnya itu ia menyertakan pula kumpulan lagu ciptaannya. Keunikannya inilah yang menurut saya membuatnya pantas menempati jajaran penulis terbaik.
Deretan nama penulis yang sudah disebutkan di atas tentu hanya sebagian kecil jika dibandingkan dengan banyaknya seluruh penulis hebat di Indonesia. Jika berbicara tentang dunia tulis-menulis tentu kita tidak asing juga dengan karya tulisan yang dihasilkan oleh penulis tersebut. Setelah membahas tentang 10 nominasi penulis terbaik di Indonesia, selanjutnya akan dibahas mengenai 10 Karya terbaik dari penulis hebat di Indonesia.
Menempati posisi pertama, saya memilih novel berjudul Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy sebagai karya terbaik. Cinta Suci Zahrana adalah sebuah novel yang mengandung banyak pesan moral dan kritik sosial. Salah satunya yaitu mengenai stigma perempuan yang telat menikah karena menggunakan waktunya untuk mengejar cita-cita. Meskipun tema yang diusung berupa romansa percintaan, tetapi konflik yang disajikan dalam novel ini tidak terbatas pada hubungan dua sejoli. Banyak konflik tentang keluarga dan individu, hal itu lah yang membuat saya menempatkan Cinta Suci Zahrana sebagai novel terbaik. Selanjutnya adalah novel trilogi karya Ahmad Tohari yaitu Ronggeng Dukuh Paruk. Novel ini mengisahkan tentang kehidupan menjadi seorang ronggeng dan apa saja ritual yang harus dia lakukan sebelum menjadi ronggeng. Memilih novel karya Ahmad Tohari menjadi posisi kedua tentu saja bukan tanpa alasan. Dalam novel trilogi tersebut Ahmad Tohari benar-benar menyajikan romansa novel percintaan, keluarga, dan kehidupan individu ke dalam satu novel. Selain itu novel Ronggeng Dukuh Paruk juga memunculkan nilai-nilai sosial, politik, dan gender yang dikemas menggunakan bahasa sederhana ala Ahmad Tohari, tetapi tetap indah dan bisa dinikmati. Pada posisi ketiga terdapat novel yang cukup menarik karya Muhidin M Dahlan yang berjudul Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur. Hal pertama yang menarik dari novel ini tentu saja dari judulnya. Muhidin M Dahlan berhasil meletakkan kesan pertama yang membuat pembaca penasaran mengenai apa sebenarnya yang disembunyikan dalam sebuah judul yang cukup berani tersebut. Novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur berisi tentang bagaimana perjalanan kehidupan seorang perempuan agamis yang akhirnya memilih jalan hidupnya untuk menjadi seorang pelacur. Karya terbaik selanjutnya adalah sebuah novel karya penulis kondang Tere Liye yang berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Tere liye merupakan seorang penulis yang hampir semua novelnya selalu laris di pasaran. Kali ini saya menempatkan salah satu karyanya pada posisi kelima dalam 10 kumpulan karya terbaik. Beberapa alasan yang membuat novel ini layak di posisi tersebut, yaitu banyak sekali pesan tentang kehidupan yang secara tersirat penulis sisipkan dalam ceritanya. Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu berisi tentang konflik-konflik kehidupan yang dikemas dengan alur yang ketika awal membaca terlihat membingungkan, tetapi masih dapat dipahami. Menggunakan bahasanya yang khas Tere Liye berhasil pula membawa novelnya yang satu ini berada di jajaran novel lainnya yang best seller. Masih dari penulis yang sama, karya yang menduduki posisi terbaik kelima adalah sebuah serial anak-anak mamak yang terdiri dari novel berjudul, Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Keempat novel ini sebenarnya masih mengisahkan tokoh dari keluarga yang sama, tetapi setiap tokoh dalam novel memiliki alur cerita yang berbeda masing-masing. Selain itu, novel ini juga kaya akan pesan moral kehidupan dan agama. Penggambaran latar cerita di pelosok desa yang begitu jelas membuat pembaca seakan-akan ikut serta berada di tengah-tengah cerita, hal inilah yang membuat serial novel ini layak mendapat predikat karya terbaik.
Selanjutnya pada posisi keenam adalah novel karya Dee Lestari yang cukup populer yaitu Perahu Kertas. Alasan Perahu Kertas masuk ke dalam jajaran karena terbaik adalah, karena plot ceritanya yang unik. Perahu Kertas tidak hanya mengisahkan tentang percintaan walaupun novel ini memiliki genre romance, tetapi juga bercerita tentang persahabatan, mimpi, dan cita-cita. Dengan menggunakan bahasa yang cukup ringan, Dee berhasil membawa novelnya ini masuk ke barisan novel best seller yang beberapa kali cetak ulang, bahkan sempat diadopsi menjadi film di layar lebar. Karya terbaik selanjutnya adalah sebuah novel yang juga ditulis oleh penulis terbaik, Andrea Hirata dengan novelnya yang berjudul Laskar Pelangi. Novelnya yang satu ini bukan hanya populer di negeri sendiri, tetapi juga di kancah internasional karena telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selain itu, novel Laskar Pelangi juga diadopsi menjadi sebuah film layar lebar yang juga laris dan ditonton oleh jutaan penonton. Penggunaan bahasa yang ringan, sederhana, serta tak jarang mengandung humor, membuat novel yang satu ini layak menjadi salah satu novel dengan label karya terbaik. Tak hanya itu, novel Andrea Hirata ini juga sarat dengan pesan moral dan nasihat-nasihat yang dapat menginspirasi. Refrain, sebuah novel karya Wulan Fadi menjadi salah satu novel terbaik menurut saya karena novel ini memiliki alur yang menarik dan memorable. Saya tidak pernah bosan membaca novel ini berulang kali karena memang plot ceritanya sangat seru dan menarik. Bercerita tentang kisah persahabatan, cinta, dan cita-cita., novel ini memiliki ending cerita yang tidak biasa sehingga layak menjadi salah satu karya terbaik menurut saya. Menempati urutan kesembilan ada novel trilogi Jingga dan Senja karya penulis teenlit yaitu Esti Kinasih. Novel ini memiliki genre percintaan dan keluarga yang dikemas dengan alur dan latar cerita yang membuat para pembacanya merasa benar-benar hadir di tengah cerita. Menariknya lagi adalah karena novel ini berbentuk trilogi sehingga jalan ceritanya panjang, meskipun begitu, Esti Kinasih menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Trilogi Jingga dan Senja juga mengandung banyak sekali pesan moral yang inspiratif salah satunya karena pembawaan cerita yang didasarkan pada latar belakang keluarga. Hal tersebut menjadi alasan mengapa novel ini layak menjadi salah satu karya terbaik. Terakhir sebagai penutup, saya memilih novel Kata karya Rintik Sedu. Novel yang hadir dengan wajah khas percintaan remaja masa kini ini sangat layak masuk ke dalam kriteria karya terbaik. Rintik Sedu sebagai seorang penulis muda berbakat mampu menghadirkan atmosfer karakter fiksi yang tidak biasa dalam novel berjudul Kata miliknya. Selain perkara hati dan cinta, ia juga menghadirkan konflik keluarga dalam novelnya sehingga didapat pula pesan-pesan moral yang dapat kita adopsi dari novel ini.
Sastra adalah sebuah karya ekspresif berupa tulisan. Perkembangan zaman yang semakin pesat juga ikut mempengaruhi gaya cerita yang ditulis. Jika penulis zaman dahulu menggunakan latar dan suasana yang tradisional dan dengan gambaran cerita yang kompleks, berbeda dengan zaman sekarang yang latar dan suasananya cenderung modern dan alur cerita yang dibatasi dengan gaya kehidupan masa kini. Namun tetap saja hal tersebut tidak membuat seni dan pesan moral dalam karya sastra ikut memudar. Dunia sastra akan tetap hidup dan akan terus melahirkan penulis-penulis baru sesuai dengan zamannya.


Komentar
Posting Komentar